
Semudah itukah?
Hmmm... iya asal kau berkemauan dan bisa setenang mungkin. Itulah mengapa orang yang arif kebanyakan memiliki kepribadian tenang laksana telaga yang sunyi, nyaris seperti tak memiliki persoalan saja mereka kelihatannya. Namun sesungguhnya tak ada manusia yang tak memiliki problema. Semuanya pasti punya persoalan hanya saja bagaimana cara mereka menyikapinya.
Namun benarkah bahwa setiap persoalan dapat disederhanakan?
Mungkin saja. Mengapa? Karena kadang kala ada persoalan yang memang sama sekali tak akan bisa kita urai, tak bisa dilogika, apalagi dicari jalan keluarnya. Namun kita masih bisa membuatnya menjadi lebih sederhana. Bagaimana caranya? Sebenarnya sederhana saja. Kuncinya doa dan sabar. Biarkan saja. Diamkan saja. Tak usah kau anggap itu sebagai masalah. Berpasrah dan berserah diri sepenuhnya pada Rabb Yang Maha Kuasa. Yakinlah persoalanmu akan terurai dengan sendirinya. Biarkan Dia yang menjawab dan menyelesaikannya. Kadang kala memang hanya itu langkah yang mungkin dan bisa kita tempuh. Karena kita hanya hamba yang memiliki keterbatasan. Biarkanlah tangan-Nya yang bekerja. Sederhana bukan? Lalu mengapa kau masih saja menganggapnya rumit? Semuanya menjadi sedemikian sederhana bukan?
Namun tunggu dulu. Tak semua orang bisa seperti ini. Tak sedikit pula orang yang justru punya kecenderungan untuk selalu memperumit masalah. Mereka akan membuat setiap persoalan menjadi semakin rumit dan bertele-tele. Hal yang paling sepelepun bisa jadi teramat sangat rumit dan pelik bagi mereka. Ribet sekali tampaknya. Bisa kau bayangkan betapa teramat sangat pelik dan menyedihkan kehidupan mereka ini. Hidup mereka layaknya seperti bencana saja. Penuh keluh kesah tanpa henti. Merana sekali tampaknya. Tersenyumpun akan terasa susah dan andaipun bisa akan tampak saja pahit rupanya.
Aku yakin kalian pasti tak mau masuk ke golongan orang-orang ini bukan?
Nah tunggu apalagi? Jika kalian ingin berbahagia dan hidup penuh ketenangan, mulailah untuk menyederhanakan segala hal. Mulailah dari hal yang kecil. Mulailah dari sekarang. Meski kadang kala harus kita akui bahwa menyederhanakan itu tak sederhana. Namun janganlah pula kau bilang rumit bilamana kau belum pernah mencobanya. Let's live our life in simply and happily way. Let's live it 'till the fullest.