Kala itu malam tengah merajuk manja merdu merayu sang bulan agar melaju perlahan. Rupanyanya dia masih ingin bercengkerama dengan Sang Senja yang tak pernah bisa dia temui secara lama. Pertemuan mereka meski hanya sejenak setiap harinya, namun senantiasa meninggalkan kesan mendalam di antara keduanya.
"Wahai Sang Bulan berilah waktu sedikit lebih lama untuk kami kali ini." Rajuk Sang Malam merdu merayu.
"Baiklah tapi bantu aku merayu Sang Awan untuk menutupi aku sejenak. Bila tidak aku bisa kena masalah nanti. Tidak setiap hari aku bisa melanggar aturan Sang Waktu, Malam." Sahut Sang Bulan.
" Terima kasih atas pengertianmu, duhai Bulan. Aku sudah memikirkannya dan Sang Awanpun telah siap membantu." Sang Malam tersenyum ceria demi mendengar permohonannya dikabulkan oleh Sang Bulan.
Aku mengamati percakapan mereka dari balik jendela kamar sembari tersenyum. Namun begitulah realita kehidupan. Tak senantiasa seiring dan sejalan dengan harapan kita. Namun sesungguhnya akan selalu ada celah dan jalan bagi kita untuk memperjuangkannya. Petunjuk dan jalan akan senantiasa terbuka bagi yang percaya dan mau berusaha. Bukankah Dia telah berjanji seperti tersurat dalam firman-Nya:
....Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.... (QS Ar Ra'du ayat 11)
Bilamana Sang Pencipta sudah berjanji maka sesungguhnya kau tak perlu ragu atau bimbang. Kau hanya perlu sedikit lebih berusaha. Sesungguhnya doa saja tak akan cukup, kau juga perlu berusaha. Namun usaha tanpa doa juga akan kurang rasanya. Usaha tanpa doa apabila mendatangkan keberhasilan akan melenakan, membuat kita lupa dan takabur. Sehingga perlu ada keseimbangan di antara keduanya agar kita senantiasa menjadi makhluk yang bersyukur. Sesungguhnya syukur akan menambah nikmat dan berkah. Semoga kita senantiasa termasuk sebagai golongan hamba yang bersyukur.
skip to main |
skip to sidebar
Ceritaku tentang dunia, rasaku, dan rasa kalian
Pages
Sunday, August 5, 2012
Renungan Ramadhan: Antara Doa dan Usaha
Posted by
Suryati Arifatul Laili
at
5:43 AM
0
comments
Email This
BlogThis!
Share to X
Share to Facebook
Labels:
Kontemplasi Diri
Kumpulan cerita dan puisi tentang hidup dan kehidupan, diwarnai dengan cita, asa dan cinta lengkap dengan segala lika dan likunya
About Me
- Suryati Arifatul Laili
- Hi my name is Laili. I'm just a person who try to live in simply and happily way; make it 'till the fullest, really enjoy reading and writing as well as a cup coffee :)
Friends
Guest Book
Blog Archive
Favorite Post :)
-
Sesungguhnya hidup akan lebih mudah dan indah apabila kita mampu menyederhanakan segala persoalan. Pertanyaannya bisakah aku, kamu, kita ata...
-
Did you believe that whenever God sends someone to come into your life, He has a purpose? I do believe it. Yeah, that's true; and how ab...
-
I bet all of you had ever heard about "Rainbow Cake", a cake which has rainbow color, very attractive and looks so delicious. It h...
-
(This text, which I found on the Internet, is attributed to me. I did not write it, but I think worth reproducing here) I’ve learned th...
-
Bagiku Ayah adalah sosok yang kukenal lewat selembar foto masa silam kala beliau masih bersama Bunda, lalu seiring waktu akupun lebih mengak...
LailiSme. Powered by Blogger.
Guest List
Blog List
-
-
-
10 SEC READ The gift of insults3 years ago
-
-
Pilihan Pertama AL!10 years ago
-
Surat Suara Tanpa Angka11 years ago
-
ketapang13 years ago
-

